Purchase Order (PO) di Odoo digunakan untuk mencatat pembelian barang atau jasa ke vendor. Proses ini menjadi pintu masuk utama untuk stok masuk dan pencatatan hutang ke supplier.
Keunggulan utama PO di Odoo adalah integrasinya langsung dengan Inventory dan Accounting. Sekali input PO, data otomatis mengalir ke penerimaan barang dan tagihan vendor tanpa perlu input ulang.

Purchase Order bukan sekadar dokumen pembelian, tetapi bagian dari alur bisnis yang saling terhubung:
Karena itu, PO di Odoo selalu terhubung dengan modul Inventory dan Accounting.
Sebelum membuat PO, ada beberapa data penting yang harus sudah disiapkan agar proses berjalan lancar.
Hal yang perlu dipastikan:
Setup data yang rapi akan sangat mengurangi kesalahan saat proses pembelian.
Langkah umum membuat PO di Odoo:
Setelah dikonfirmasi, status dokumen berubah dari RFQ (Request for Quotation) menjadi Purchase Order.

Dalam Odoo, Purchase Order memiliki beberapa status utama:
Status ini membantu tim purchasing memantau mana PO yang masih bisa diubah dan mana yang sudah berjalan.
Setelah PO dikonfirmasi, Odoo otomatis menjalankan beberapa proses lanjutan:
Semua proses ini saling terhubung tanpa perlu input data yang sama berulang kali.
Saat barang datang dari vendor:
Setelah receipt divalidasi, stok di gudang akan otomatis bertambah sesuai quantity yang diterima.
Vendor Bill dapat dibuat langsung dari Purchase Order:
Cara ini memastikan nilai tagihan selalu sesuai dengan PO dan receipt yang terjadi.
Dengan PO di Odoo, bisnis mendapatkan:
Purchase Order menjadi fondasi penting agar Inventory dan Accounting berjalan sinkron.
Purchase Order di Odoo bukan hanya dokumen pembelian, tetapi bagian inti dari alur ERP. Dari PO, proses mengalir otomatis ke Inventory dan Accounting tanpa input ulang.
Dengan memahami alur PO dari persiapan, konfirmasi, receipt, hingga vendor bill, proses pembelian menjadi lebih efisien, transparan, dan terkontrol.