Sebagai bagian dari tugas akhir Bootcamp QA Engineer Nusacodes, peserta bernama Safa Adilah berhasil menyelesaikan project pengujian manual pada tiga platform berbeda: SauceDemo (web e-commerce), Goodreads (mobile app Android), dan JSONPlaceholder (API). Project ini menunjukkan pendekatan end-to-end testing untuk memastikan kualitas aplikasi dari sisi UI, UX, hingga integritas data backend.
Dalam pengembangan software modern, kualitas aplikasi harus divalidasi secara menyeluruh. Safa melakukan pengujian untuk:
Memastikan fitur inti berjalan sesuai requirement.
Mengidentifikasi bug dan inkonsistensi sistem.
Memvalidasi input handling, boundary value, dan error handling.
Memberikan insight untuk peningkatan user experience.
Web SauceDemo: sistem menerima input invalid tanpa error message yang jelas.
Mobile Goodreads: error message terlalu umum (“Something went wrong”), input kosong tetap diterima, serta data duplikat pada shelf buku.
API JSONPlaceholder: CRUD berjalan baik, namun perlu validasi konsistensi data.
Safa menyusun test case terstruktur, memperbaiki validasi input, menambahkan pesan error yang lebih informatif, memberikan feedback yang jelas kepada user, serta mencegah duplikasi data.
Google Sheets untuk dokumentasi test case.
Google Chrome untuk web testing.
Android Device untuk mobile testing.
Postman untuk API testing CRUD (Create, Read, Update, Delete).
Dari total 14 test case, 12 berhasil (passed) dan 2 gagal (failed). Insight penting yang diperoleh adalah bahwa validasi input, error handling, dan feedback kepada user sangat berpengaruh terhadap kualitas aplikasi. Project ini juga menegaskan bahwa QA bukan hanya menemukan bug, tetapi juga memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan pengalaman pengguna.