Nusacodes
Kembali ke Showcase
06 September 2026 Sondang Samosir

Mengelola Pengembangan Web App Financial Freedom dengan Scrum dan Notion

Bootcamp IT Project Management

Mengelola Pengembangan Web App Financial Freedom dengan Scrum dan Notion

Pada Final Project Bootcamp Project Management, peserta mengerjakan studi kasus pengelolaan proyek pengembangan Financial Freedom, sebuah web app untuk membantu pengguna mengelola finansial pribadi. Fitur yang menjadi ruang lingkup utama mencakup budgeting, pencatatan pengeluaran, tabungan dan goals, investasi, serta laporan keuangan. Seluruh perencanaan dan dokumentasi proyek disusun menggunakan Notion sebagai Project Management Hub.

Melalui project ini, peserta berlatih mengelola pekerjaan dari sisi scope, backlog, pembagian peran, Sprint Planning, Definition of Done, monitoring progress, hingga dokumentasi untuk klien.

Studi Kasus: Web App Pengelolaan Finansial Pribadi

Financial Freedom dirancang sebagai aplikasi yang menggabungkan beberapa kebutuhan pengelolaan finansial dalam satu sistem. Pengguna direncanakan dapat melihat ringkasan keuangan, membuat anggaran bulanan, mencatat transaksi, mengelola target tabungan, mencatat portofolio investasi, hingga melihat laporan pengeluaran.

Backlog kemudian diterjemahkan menjadi sejumlah user story. Beberapa di antaranya adalah ringkasan keuangan pada dashboard, grafik pengeluaran bulanan, pembuatan dan pengeditan anggaran, pencatatan transaksi manual, upload foto struk, pencarian transaksi, target tabungan, perhitungan return investasi, serta export laporan ke PDF.

Dengan studi kasus ini, peserta belajar mengubah kebutuhan produk menjadi pekerjaan yang lebih kecil dan dapat dimasukkan ke Sprint.

Menyusun Struktur Tim dan Peran Scrum

Project menggunakan tim berkapasitas 5 orang, terdiri dari Product Owner, Scrum Master, serta tiga anggota Development Team dengan fokus frontend, backend, dan QA.

Product Owner bertanggung jawab menentukan prioritas backlog, mengklarifikasi user story dan acceptance criteria, serta melakukan approval terhadap hasil Sprint. Scrum Master memfasilitasi Sprint Planning, Daily Standup, Sprint Review, dan Retrospective sekaligus membantu mengidentifikasi blocker.

Sementara itu, tim development dibagi berdasarkan fokus pekerjaan. Frontend menangani tampilan Dashboard, Budgeting, dan Transaksi; backend menangani logika Tabungan, Goals, Investasi, serta integrasi data; sedangkan QA melakukan pengujian berdasarkan acceptance criteria sebelum fitur masuk ke tahap Client Approval.

Pembagian ini membantu peserta memahami bahwa Project Management juga berkaitan dengan kejelasan tanggung jawab dan koordinasi antarperan.

Perencanaan Tiga Sprint

Project Financial Freedom dirancang dalam 3 Sprint dengan durasi masing-masing dua minggu.

Sprint 1 berfokus pada setup Notion Hub, penyusunan Product Backlog, Dashboard, Budgeting, dan sebagian fitur transaksi.

Sprint 2 melanjutkan modul Transaksi & Pengeluaran serta Tabungan & Goals. Pada Sprint ini juga mulai dibangun Kanban Board dan mekanisme monitoring progress.

Sprint 3 difokuskan pada Investasi, Laporan Keuangan, notifikasi, finalisasi Client Wiki, serta review akhir seluruh modul sebelum rilis.

Target approval akhir dari klien ditetapkan pada 10 Oktober 2026, sedangkan target live atau rilis adalah 12 Oktober 2026.

Dengan struktur ini, peserta belajar mengelompokkan pekerjaan berdasarkan prioritas dan dependency, bukan sekadar membagi jumlah task secara merata.

Definition of Done sebagai Standar Penyelesaian

Peserta juga menyusun Definition of Done (DoD) yang berlaku untuk seluruh user story.

Sebuah item tidak langsung dianggap selesai setelah proses coding. Item juga perlu memenuhi beberapa kriteria, seperti requirement dan acceptance criteria telah dipahami, wireframe atau mockup tersedia, code review dilakukan, unit test dan manual testing telah selesai, tidak ada bug critical atau major, responsivitas diuji, dokumentasi diperbarui, serta fitur berhasil masuk ke staging.

Karena aplikasi berhubungan dengan data finansial, DoD juga memasukkan aspek keamanan seperti penggunaan HTTPS, autentikasi dan otorisasi, serta memastikan data sensitif tidak terekspos pada log atau response.

Bagian ini memperkenalkan peserta pada pentingnya standar kualitas yang disepakati bersama oleh tim.

Mengelola Backlog dengan Kanban Board

Notion digunakan sebagai visual board untuk memantau status setiap pekerjaan.

Alur status yang dirancang adalah:

Requirement, Design, Coding, QA, Client Approval, Live

Setiap user story juga memiliki checklist pada tahap design, coding, dan QA. Misalnya, sebelum desain masuk development, wireframe dan mockup perlu selesai. Pada tahap coding, fitur perlu mengikuti acceptance criteria dan menjalani code review. Setelah itu, QA melakukan happy path, edge case, responsive testing, dan cross-browser testing.

Pendekatan ini membantu peserta melihat posisi suatu pekerjaan tanpa harus membaca seluruh dokumentasi teknis.

Monitoring Progress dan Bottleneck

Salah satu bagian menarik dari project adalah penggunaan Relation, Rollup, dan Formula di Notion.

Setiap backlog item dihubungkan ke modul seperti Dashboard, Budgeting, Transaksi, Tabungan, Investasi, atau Laporan Keuangan. Rollup kemudian digunakan untuk menghitung jumlah item yang telah Live dan menghasilkan persentase penyelesaian per modul.

Peserta juga membuat formula untuk mendeteksi potensi bottleneck. Jika sebuah task belum berstatus Live dan tidak diperbarui selama lebih dari tiga hari, Notion menampilkan alert seperti Stuck X hari. Scrum Master dapat menggunakan informasi tersebut saat Daily Standup untuk melihat pekerjaan yang membutuhkan perhatian.

Dari sini peserta belajar bahwa monitoring proyek tidak hanya bergantung pada meeting, tetapi juga dapat dibantu oleh data yang tersedia pada project board.

Dokumentasi dan Handover

Project Management Hub juga menyediakan area dokumentasi untuk Client Wiki, Technical Spec, Design Guidelines, dan Changelog.

Client Wiki dipersiapkan sebagai dokumentasi non-teknis untuk klien, sementara technical specification digunakan untuk kebutuhan seperti arsitektur, ERD, atau API documentation. Dokumentasi tersebut menjadi bagian dari proses handover ketika project selesai.

Insight dan Benefit Final Project

Melalui final project Financial Freedom, peserta mendapatkan pengalaman menyusun sebuah proyek digital dari sisi Product Backlog, Sprint Planning, pembagian peran Scrum, Kanban workflow, Definition of Done, progress tracking, bottleneck detection, hingga client documentation.

Project ini juga menunjukkan bahwa pekerjaan Project Manager bukan hanya membuat timeline. PM perlu memastikan pekerjaan cukup jelas untuk dikerjakan, progres dapat dipantau, blocker dapat ditemukan lebih awal, kualitas memiliki standar yang disepakati, serta dokumentasi tetap tersedia sampai tahap handover.

Hasil akhirnya dapat digunakan sebagai contoh portfolio peserta untuk menunjukkan kemampuan dasar dalam Scrum Project Management dan pengelolaan proyek menggunakan Notion.